lempar-lembing
29/03/2020

Permainan Lempar Lembing Beserta Tekniknya

By admin

lempar-lembing

Pengertian Permainan Lempar Lembing

Lempar lembing adalah salah satu cabang olahraga atletik nomor lempar yang masuk kategori cukup beresiko. OIeh karena itu, untuk menjaga keselamatan kalian dalam permainan maka pergunakan peralatan, terutama dalam penggunaan lembing dengan tertib yang sesuai dengan ikuti instruksi dari guru atau pelatih kalian.

Lempar adalah gerakan dasar yang selalu diiakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, apakah kalian tahu apa pengertian gerak lempar?

Lempar merupakan suatu gerakan yang menyalurkan tenaga pada suatu benda yang kemudian menghasilkan daya pada benda tersebut dengan memiliki kekuatan ke arah depan atau ke arah atas.

Lembing merupakan alat yang akan digunakan dalam olahraga lempar lembing ini. Alat ini memiliki bentuk seperti tombak dengan salah satu ujung sudut tajam. Pada dasarnya permainan lempar lembing memiliki arti yaitu melempar lembing menggunakan tangan dengan sekuat tenaga untuk dapat memperoleh jarak lemparan yang sejauh mungkin.

 

Peralatan Lempar Lembing

1. Lapangan lempar lembing

Lapangan lempar lembing biasanya terletak dalam satu kompleks dengan fasilitas nomor-nomor atletik lainnya, seperti Iapang tolak peluru, lintasan lari, lapang lempar cakram, dan nomor-nomor yang Iainnya.

  • Panjang lintasan awalan adalah 30 sampai 45 meter.
  • Sektor lemparan adalah 400 meter.
  • Busur lemparan berukuran pajang 8 meter.
  • Lebar lintasan awalan adalah 4 meter.

 

2. Lembing

Lembing adalah suatu alat yang menyerupai tombak. Lembing sendiri terdiri dari tiga bagian diantaranya pegangan lembing, badan lembing dan mata lembing.

  1. Pegangan lembing, adalah lilitan tali pada bagian tengah lembing yang memiliki fungsi sebagai pegangan saat melakukan lemparan.
  2. Badan lembing, adalah bagian dari lembing yang terbuat dari metal atau bahan yang sangat kuat serta memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh organisasi atletik Internasional.
  3. Mata lembing, adalah bagian dari lembing yang berada pada ujung bagian lembing yang memiliki bentuk yang runcing. Pada bagian ini biasanya dibuat dari metal. Yang fungsinya untuk menancapkan lembing di tanah.

Berat dan juga panjang lembing yang dipergunakan dalam sebuah perlombaan nasional ataupun internasional berbeda-beda antara untuk wanita dan pria. Berikut ketentuan berat dan panjang lembing dalam sebuah perlombaan.

  1. Putra
    – Berat lembing yaitu 800 gram.
    – Panjang lembing yaitu 260-270 cm.
  2. Putri
    – Berat lembing yaitu 600 gram.
    – Panjang lembing yaitu 220-230 cm.

 

Gaya Lempar dan Teknik Lempar Lembing

Nomor lempar lembing adalah nomor yang selalu dilombakan dalam berbagai event pada perlombaan atletik. Tujuan utama dari nomor tersebut ialah untuk mendapatkan hasil lemparan yang sejauh-jauhnya.

Hasil lemparan yang paling jauh akan diperoleh jika menggunakan teknik-teknik yang tepat. Beberapa hal-hal yang harus perhatikan seorang pelempar adalah untuk mendapatkan hasil lemparan yang sejauh-jauhnya, yaitu menggunakan gaya dan teknik dasar yang sesuai.

 

Gaya Lempar Lembing

Dalam nomor lempar lembing ada dua gaya, berikut adalah gaya yang dipergunakan dalam perlombaan lempar lembing:

  1. gaya ortodoks.
  2. gaya dengan awalan langkah silang.

Gaya ortodoks hanya akan digunakan oleh para pemula karena gerakan yang dilakukan cukup sederhana, yaitu dengan menyamping. Tetapi, para atlet-atlet biasanya menggunakan gaya dengan awalan langkah silang. Alasannya, karena gaya ini lebih efektif dalam menghasilkan jarak lemparan yang lebih jauh.

 

Teknik Lempar Lembing

Berikut beberapa teknik dasar dalam lempar lembing dengan awalan langkah silang yang harus dimiliki dan dikuasai oleh pelempar. Tujuan dari penerapan teknik dasar tersebut yaitu untuk mendapatkan hasil lemparan yang paling jauh.

 

1. Teknik Awalan

Panjang lintasan awalan lempar lembing adalah 30 sampai 45 meter. Pada teknik awalan ini bertujuan untuk mendapatkan tolakan yang sangat kuat saat melempar lembing. Awalan lempar lembing biasanya dilakukan dengan berlari. Kecepatan berlari harus tetap sampai saat menjelang gerakan menyilang. Dan untuk dapat melakukan gerakan yang tepat saat gerak menyilang, para pelempar biasanya membuat suatu tanda yang sering disebut dengan (check mark).

 

2. Teknik Memegang Lembing

Teknik memegang lembing terdapat 3 macam, dikenal tiga jenis pegangan dalam lempar lembing diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Pegangan Cara Menjepit
    Pegangan cara menjepit yaitu pegangan ini dilakukan dengan cara menjepit lembing di belakang Iilitan dengan jari telunjuk serta jari tengah. Tetapi, teknik pegangan seperti ini sudah jarang digunakan karena dianggap kurang efektif dalam hasil pelemparan.
  • Pegangan cara Finlandia
    Pegangan cara finlandia yaitu pegangan dilakukan dengan cara memegang lembing pada bagian belakang lilitan dengan jari tengah dan ibu jari, sementara itu telunjuk berada pada sepanjang batang lembing dan agak serong ke arah yang wajar. Sedangkan jari-jari yang lainnya melingkar pada badan lembing.
  • Pegangan cara Amerika
    Pegangan cara amerika yaitu pegangan yang dilakukan dengan cara memegang lembing pada bagian belakang lilitan lembing dengan posisi jari telunjuk melingkar di belakang lilitan dan ibu jarinya menekan di bagian permukaan yang lainnya. Sementara, jari yang lainnya melingkar pada badan lembing.

 

3. Teknik Membawa Lembing

Teknik membawa lembing terdiri atas tiga cara, sebagai berikut:

  • Lembing dipegang di samping atas kepala, arah mata lembing sama seperti cara kedua.
  • Lembing dipegang di atas bahu sedikit dan arah mata lembing serong atas depan atau lurus ke depan.
  • Posisi tangan lurus ke belakang, kemudian telapak tangan yang memegang lembing menghadap ke arah depan-bawah, dan bagian mata lembing berada di samping dada.

 

4. Teknik Melempar

Beberapa langkah menjelang balok tolak, pelempar meluruskan lengannya ke belakang sambil mengubah posisi tubuh menyamping untuk melakukan gerakan menyilangkan kaki ke depan. Setelah gerakan sampai pada balok tolakan, kemudian langkahkan kaki tolak selebar mungkin ke arah depan. Bersamaan dengan gerakan ini, putar pinggang ke depan sehingga posisi tubuh menghadap ke depan. Kemudian, lakukan lemparan. Titik lemparan haruslah tepat pada sudut lemparan yakni 40 derajat.

 

5. Teknik Gerak Lanjutan

Gerak lanjutan adalah gerakan yang dilakukan setelah melakukan lemparan. Gerakan ini dilakukan dengan cara melangkahkan kaki ke depan dan mencondongkan. Tetapi, ada hal yang harus diperhatikan sebelum kalian melangkahkan kaki ke depan yaitu kalian harus yakin kalau lembing sudah benar-benar telah mendarat.

 

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/